fbpx

Dzikir Setelah Shalat untuk Anak: Panduan Hafalan Bertahap

Dzikir Setelah Shalat untuk Anak: Panduan Hafalan Bertahap
Tim Bright Academy Tim Bright Academy 05 Aug, 2024 8 min read

Dzikir setelah shalat untuk anak adalah latihan kecil yang membentuk hubungan anak dengan ibadah wajib. Bagi keluarga yang sedang mencari program tahfidz anak sd, kebiasaan dzikir setelah shalat juga menjadi bekal penting: anak belajar mengulang, menjaga lisan, dan menutup ibadah dengan mengingat Allah.

Tidak perlu langsung panjang.

Mulai dari yang mampu ia jaga.

Mengapa Dzikir Setelah Shalat Perlu Dilatih?

Shalat mengajarkan anak berdiri di hadapan Allah. Dzikir setelah shalat mengajarkan anak untuk tidak langsung lari dari ibadah. Ada jeda. Ada syukur. Ada permohonan ampun. Ada tasbih, tahmid, dan takbir.

Anak yang selesai shalat lalu langsung berlari bukan selalu buruk. Ia masih belajar. Tugas orang tua adalah menahan sebentar dengan lembut:

“Duduk dulu, Nak. Kita ingat Allah setelah shalat.”

Kalimat sederhana ini jika diulang setiap hari akan menjadi pola.

Bacaan Dzikir yang Paling Dasar

Untuk tahap awal, ajarkan bacaan singkat:

  • Astaghfirullah tiga kali.
  • Allahumma antas salam wa minkas salam, tabarakta ya dzal jalali wal ikram.
  • Subhanallah.
  • Alhamdulillah.
  • Allahu Akbar.

Dalam hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dzikir setelah shalat berupa tasbih, tahmid, dan takbir. Di antaranya membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali, lalu melengkapinya dengan tahlil. HR. Muslim No. 597.

Untuk anak kecil, mulai dari tiga kali dulu. Setelah kuat, naik menjadi sepuluh. Setelah terbiasa, baru diarahkan bertahap.

Hafalan Bertahap, Bukan Sekali Tekan

Sebagian orang tua ingin anak langsung hafal semua dzikir setelah shalat. Niatnya baik, tetapi cara yang terlalu berat bisa membuat anak menghindar.

Buat tangga hafalan:

Tahap pertama: istighfar tiga kali.

Tahap kedua: tambah doa “Allahumma antas salam…”

Tahap ketiga: tasbih, tahmid, takbir masing-masing tiga atau sepuluh kali.

Tahap keempat: tambah Ayat Kursi sesuai kemampuan anak.

Tahap kelima: mulai mengenalkan dzikir yang lebih lengkap.

Tangga ini membantu anak merasa mampu. Anak yang merasa mampu biasanya lebih mudah diajak mengulang.

Kaitkan dengan Murajaah

Dzikir setelah shalat bisa menjadi latihan murajaah harian. Anak mengulang lafazh yang sama pada waktu yang sama. Ini mirip dengan menjaga hafalan Al-Quran: sedikit, sering, dan teratur.

Jika anak sedang menghafal surat pendek, orang tua bisa membuat pola:

Setelah shalat Maghrib: dzikir pendek.

Setelah dzikir: murajaah satu surat.

Tidak perlu lama. Lima sampai tujuh menit sudah cukup untuk membangun kebiasaan.

Sebagian salaf menasihatkan bahwa ilmu dijaga dengan pengulangan. Anak perlu merasakan ini dalam bentuk yang ringan. Dzikir setelah shalat menjadi latihan yang indah karena waktunya jelas dan terikat dengan ibadah.

Adab Saat Mengajarkan Dzikir

Jaga suasana setelah shalat. Jangan menjadikan dzikir sebagai arena koreksi keras. Jika anak salah hitung, betulkan pelan. Jika anak terburu-buru, tahan dengan lembut. Jika anak lupa lafazh, bacakan ulang.

Anak sedang belajar mencintai ibadah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kelembutan dalam banyak urusan. Dalam HR. Muslim No. 2594a, kelembutan disebut menghiasi sesuatu ketika ada padanya. Maka dzikir yang diajarkan dengan kelembutan lebih berpeluang tinggal di hati anak.

Gunakan Isyarat yang Membantu

Anak sering lebih mudah menghafal dengan bantuan isyarat. Orang tua bisa memakai jari untuk menghitung. Bisa juga memakai kartu kecil berisi urutan dzikir, tetapi jangan sampai anak sibuk dengan kartu dan lupa makna.

Cara lain:

  • Orang tua membaca, anak menirukan.
  • Anak membaca bagian yang sudah hafal.
  • Orang tua melanjutkan bagian yang belum hafal.
  • Setelah selesai, beri pujian yang wajar.

Pujian tidak harus berlebihan. Cukup, “Alhamdulillah, hari ini kamu duduk lebih tenang.”

Jika Anak Sulit Duduk Setelah Shalat

Anak aktif mungkin sulit duduk lama. Mulailah dengan satu menit. Jangan langsung meminta lima menit. Setelah shalat, pegang bahunya dengan lembut dan ajak membaca istighfar.

Jika ia berhasil duduk sebentar, syukuri. Besok tambah sedikit.

Jangan membandingkan dengan anak lain yang sudah hafal banyak. Setiap anak punya ritme. Yang ingin kita bangun adalah kebiasaan mengingat Allah, bukan sekadar performa.

Orang Tua Harus Menjadi Contoh

Anak akan sulit menjaga dzikir setelah shalat jika ia melihat orang tua langsung berdiri setiap selesai salam. Teladan lebih kuat daripada instruksi.

Jika ayah dan ibu duduk sebentar, berdzikir, lalu baru berbicara, anak melihat bahwa dzikir memang bagian dari shalat. Ia bukan tambahan asing.

Rumah yang mengenal dzikir biasanya lebih mudah mengikat anak pada ibadah. Bukan karena semua orang selalu khusyuk, tetapi karena ada pola yang terus dijaga.

Dzikir, Shalat, dan Pendidikan Qur’an

Dzikir setelah shalat menguatkan adab anak terhadap ibadah. Ia belajar bahwa Allah diingat dalam banyak waktu. Ia juga belajar mengulang lafazh, mendengar bacaan, dan menjaga urutan. Semua ini mendukung perjalanan tahfidz.

Anak yang terbiasa mengulang dzikir akan lebih mudah memahami makna murajaah. Anak yang duduk setelah shalat akan lebih mudah diberi target kecil setelah ibadah.

Pelan. Bertahap. Istiqamah.

Itulah kuncinya.

"Sebagian salaf menasihatkan bahwa ilmu terikat dengan pengulangan dan penjagaan, bukan sekadar pernah mendengar."

Menjalankan amanah pendidikan ini memang berat jika sendiri. Jika orang tua merasa butuh sandaran kurikulum dan bimbingan guru yang shaleh, homeschooling tahfidz online hadir untuk menjadi teman perjalanan keluarga Anda.

Konsultasi Tanpa Komitmen


Share:

Read More Articles

Adab Belajar Online Anak Muslim

Adab Belajar Online Anak Muslim

Adab belajar online anak muslim dengan platform LMS homeschooling terbaik perlu melatih disiplin, amanah, dan adab.


Tim Bright Academy Tim Bright Academy 11 Aug, 2024
Adab Sebelum Ilmu untuk Anak

Adab Sebelum Ilmu untuk Anak

Adab sebelum ilmu untuk anak membantu keluarga saat anak susah diarahkan belajar di rumah agar ilmu lebih berkah.


Tim Bright Academy Tim Bright Academy 08 Aug, 2024